Cara Mengatasi Rambut Rontok dan Penyebab

5 Tips Merawat Rambut Rontok agar Sehat, Kuat, dan Tebal

Krontokan rambut merupakan salah satu masalah umum dari kerusakan rambut. Banyak orang yang kebingungan ketika menghadapi rambut rontok. Banyak juga yang mencari cara mengatasi rambut rontok. Sebaiknya kamu ketahui dahulu penyebab kerontokan rambut kamu agar kamu bisa menentukan penanganan yang tepat untuk mengatasi rambut rontok kamu. Simak yuk penjelasan berikut.

  • Turunan

Salah satu penyebab kerontokkan yang paling umum adalah akibat dari genetik atau keturunan. Gen bisa diturunkan dari salah satu pihak orang tua, tapi kamu memiliki risiko kerontokan rambut yang lebih besar jika kedua orang tua kiamu sama-sama mengalami kerontokan rambut.

  • Asupan gizi yang kurang baik

Asupan gizi yang kurang baik membuat helai rambut yang tumbuh menjadi lebih tipis dan rapuh, yang mengakibatkan rambut menjadi rontok. Kalau kamu yang sedang menjalani diet sebaiknya berhati-hati ya, karena diet yang ekstrem bisa menyebabkan kerontokan rambut. Kamu mungkin saja kekurangan zat zink dan protein yang dibutuhkan oleh rambut kamu. Protein adalah zat pembangun utama tubuh, termasuk sel rambut. Asupan protein yang terlalu rendah dapat melemahkan struktur rambut dan memperlambat pertumbuhan rambut.

  • Anemia

Anemia diakibatkan oleh kurangnya zat besi yang menyebabkan kelelahan yang amat sangat, lemah tubuh, dan kulit memucat. kamu juga mungkin akan merasakan sakit kepala berulang, sulit konsentrasi, telapak tangan dan kaki dingin, serta rambut rontok.

  • Psikologis

Kondisi psikologis seperti stres, depresi, atau tekanan fisik yang berat, seperti ketika setelah menjalani operasi besar atau sehabis melahirkan dapat menyebabkan rambut rontok. Tapi, kerontokan karena kondisi psikologis tidak akan sampai membuat orang yang mengalaminya botak, dan bisa berkurang dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Pastikan kamu tetap merasa tidak stress agar rambut kamu tidak rontok.

  • Gangguan kelenjar tiiroid

Hipotiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid tidak bekerja dengan optimal lagi untuk memproduksi hormon yang terkait dengan metabolisme, juga pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hypotiroidisme dapat juga menyebabkan beberapa gejala, termasuk kenaikan berat badan tanpa sebab, kelelahan, sembelit, depresi, dan sulit berkonsentrasi. Rambut, kulit, dan kuku mudah rapuh dan patah. Gangguan tiroid lebih umum dialami oleh wanita, khususnya di umur 50-an. Kedua jenis gangguan tiroid ini bisa menyebabkan kamu mengalami kerontokan rambut.

  • Hair dryer

Pemakaian Hair Dryer yang terlalu sering juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Kalau kamu sering menata rambut menggunakan hairdryer dan catokan, itu juga bisa merusak sifat alami dari rambut kamu. Apalagi jika suhu yang dari hair dryer atau pelurus rambut yang kamu gunakan terlalu panas. Ternyata, hair dryer dan pelurus rambut ini menghilangkan kelembapan alami pada rambut dengan mengurangi kandungan air dari rambut. Maka jijka kamu keseringan menggunakan hair dryer atau pelurus rambut dengan suhu panas maka akan menyebabkan beberapa masalah pada rambut kamu seperti, rambut rusak, kering, dan bercabang. Sering juga ditemukan jika penggunaan hairdryer atau catokan rambut yang terlalu sering dan panas juga dapat membuat rambut sulit untuk kembali tumbuh.

  • Kulit kepala yang tidak sehat

Kulit kepala yang tidak sehat jjuga dapat menyebabkan peradangan, sehingga bisa membuat rambut sulit untuk tumbuh dengan baik. Kondisi kulit yang bisa jadi penyebab rambut rontok termasuk dermatitis seboroik, psoriasis, dan infeksi jamur atau ketombe. Sebaiknya perhatikan terus kebersihan dan kesehatan kulit kepala kamu juga ya.

Kesehatan